Beranda > Berbagi Cerita, Catatan Kecil > Resiko Sok Tahu

Resiko Sok Tahu

Mungkin ini adalah sebuah cerita karangan dari Pak Marsudiyanto, mungkin ada suatu alasan kenapa saya memberanikan diri untuk menulis kembali cerita yang di adaptasi dari metaMARSphose tersebut. Dari sekian banyak alasan, saya hanya bisa memilih satu saja, yaitu karena ceritanya kelihatan sangat menarik hati saya.

Kalau umpamanya anda ingin menyimak cerita tersebut, simak ceritanya di bawah tulisan “Baca Lanjutannya” ini. Semoga apa yang di ceritakan oleh bapak Marsudiyanto, bisa menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Tentunya tentang sebuah sifat (Sok Tahu) yang kadang-kadang menyebalkan.

Saat itu saya masih kuliah. Ketika teman saya pulang kampung di daerah Purbalingga Jawa Tengah, saya diajak. Karena letaknya di pedesaan, maka halaman rumahnya tumbuh aneka tanaman buah seperti durian, nangka, pepaya dll.

Menjelang sore ibuknya menghidangkan buah nangka yang sudah dikupas beserta kelapa parut yang diletakkan di piring terpisah. Agak heran juga, kenapa nangka disajikan dengan kelapa parut?. Dengan mantap, aku ambil nangkanya lalu saya cocolkan ke parutan kelapa dan memasukkan ke mulut.

Karena tangan saya lengket oleh getah nangka, maka saya minta minyak goreng pada ibuknya teman saya. Tapi apa jawabnya?. Ternyata yang saya kira parutan kelapa itu adalah ampas kelapa yang mustinya dipakai untuk membersihkan getah nangka yang nempel di tangan…

Hah??
Berarti yang saya makan tadi ampas kelapa. Tapi kok gurih ya?
Itulah akibatnya kalau kita sok tau. Memalukan sekaligus memilukan.

Dari cerita tersebut, apakah anda bisa memetik secuil hikmah??? Saya kira anda semua pasti bisa memberikan secuil hikmah (saya yakin 100%). Hikmah yang saya dapatkan dari cerita di atas yaitu, jadi orang itu yang biasa-biasa saja hindari dengan yang namanya sifat SOK TAHU.

Karena sifat SOK TAHU, mengantarkan anda pada sebuah resiko. Mungkin Resiko tersebut di antaranya yaitu, itu sebuah aib, dan juga sebagai suatu pengalaman yang tidak dapat di lupakan, dll. Pokoknya hindari kontak langsung dengan SOK TAHU. Karena SOK TAHU SUNGGUH TERLALU (ujar bapak H. Rhoma Irama).

(Cerita Inspiratif dari seorang Bapak Marsudiyanto)

Iklan
  1. 01/03/2011 pukul 10:38

    Hehehehehe!!!!

  2. 01/03/2011 pukul 10:41

    Sok Tahu Sungguh Terlalu 😀 wakakakakakakaka!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: